Langsung ke konten utama

Reformasi dan Pergerakan Mahasiswa

Reformasi dan Pergerakan Mahasiswa
Oleh: Audi Yanuar

Gerakan Mahasiswa di Indonesia adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun luar perguruan tinggi yang di lakukan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya.

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional, seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa.

Sejarah Perkembangan:

Pada tahun 1908
1. Budie Oetomo, adalah suatu wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur        pengorganisasian modern. Didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh pelajar mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA.
2. Indische Vereeninging, didirikan oelh para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda, salah satunya Mohammad Hatta yang saat itu sedang balajar di Netherland Handleshogeschool di Rotterdam.
3. Indische Partij
4. Serekat Islam
5. Muhammadiyah

Pada tahun 1928
1. Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia, organisasi yang menghimpun seluruh elemen gerakan mahasiswa yang bersifat kebangsaan.
2. Studi St. Bellarmius, wadah bagi mahasiswa Katolik.
3. Cristelijke Studenten Vereninging, wadah bagi mahasiswa Kristen.
4. Student Islam Studie-club, wadah bagi mahasiswa Islam.
   Pada tahun ini juga dicestuskannya Sumpah Pemuda.

Pada tahun 1945
1. Partai Bangsa Indonesia
2. Perserikatan Nasional Indonesia
   Pada tahun ini terjadi peristiwa Rengasdengklok, yaitu peristiwa diculiknya Soekarno dan Hatta agar secepatnya memproklamasikan kemerdekaan.

Pada tahun 1966
1. Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia
2. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia
3. Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia
4. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
5. Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia
6. Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia
7. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
8. Himpunan Mahasiswa Islam
   Pada tahun ini orde lama runtuh dan digantikan oleh orde baru.

Pada tahun 1974
1. Golongan Putih, menentang pelaksanaan pemilu pertama pada masa Orde Baru karena Golkar dinilai curang.
2. Gerakan menentang pembangunan Taman Mini Indonesia

Pada tahun 1977-1978
1. Dihapusnya Dewan Mahasiswa
2. Diterapkannya kebijakan NKK/BKK
3. Gerakan bersifat nasional namun tertutup dalam kampus
4. Ditetapkannya Hari Pahlawan 10 November 1977
5. Peringatan Tritura, penguasa menganggap mahasiswa sudah di luar toleransi.

Pada tahun 1990
1. Dicabutnya NKK/BKK
2. Semakin banyaknya organisasi mahasiswa

Pada tahun 1998
1. Awal mula era reformasi
2. Dihapusnya KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)
3. Soeharto mengundurkan diri

Kesimpulan
Kita mahasiswa sudah sepantasnya meneruskan apa yang menjadi cita - cita bangsa indonesia yang sesuai dengan pancasila oleh karena itu kita harus membuktikannya dengan belajar sungguh sungguh dan berperan aktif dalam organisasi pergerakan mahsiswa yang ada di setiap perguruan tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANAJEMEN KONFLIK Pemateri : Annisa Jarizky Definisi Konflik adalah suatu pertentangan antar manusia dengan manusia, manusia dengan organisasi, dan organisasi dengan organisasi. Faktor Penyebab Konflik : 1. Manusia 2. Organisasi Bagaimana Memanajemen Konflik ? Manjemen Konflik itu sendiri merupakan suatu cara / tahapan dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi dan akan terjadi. Cara dalam memanajemen konflik memberikan skala prioritas dalam suatu persoalan atau permasalahan misalnya dalam dunia perkuliahan saat menyelesaikan beberapa tugas kita harus nendahulukan tugas yang urgent/mendesak terlebih dahulu dilanjut tugas yang bisa dilobi. Terdapat tahapan pemecahan manajemen konflik diantaranya : 1. Konflik Potensial 2. Konflik Terasa 3. Pemecahan Masalah 4. Konflik Terbuka 5. Akibat Konflik dibagi menjadi 2 :     1) Akibat Positif     2) Akibat Negatif Sikap Kita Dalam Menghadapi Konflik : 1. Bertanding : ...
Mengenal sosok Munir Munir Said Thalib lahir di Malang, Jawa Timur pada 8 Desember 1965. Dia berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (Unibraw) dan terkenal sebagai seorang aktivis kampus. Berkat ketekunannya, Munir dipilih rekan-rekannya untuk menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Unibraw pada 1998, Koordinator wilayah IV Asosiasi Mahasiswa Hukum Indonesia. Jasa dan pengorbanan seorang Munir dalam gerakan-gerakan beraninya telah menuntun dirinya ke berbagai penghargaan, baik di dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah ketika Munir dinobatkan sebagai Man of The Year (1998) versi Majalah Ummah, Penghargaan Pin Emas sebagai Lulusan Universitas Brawijaya dan merupakan satu dari 100 Tokoh Indonesia Abad XX versi Majalah Forum Keadilan. Beliau juga mendapat penghargaan Right Livelihood Award (Alternative Nobel Prizes) untuk promosi HAM dan kontrol sipil atas militer di luar negeri. Munir juga dinobatkan menjadi Leader for The Millennium dari Asia Week di tahun 2000,...